BPBD Bombana Bantu Padamkan Kebakaran di Kawasan TNRAW, Api Berhasil Dikendalikan

BPBD Bombana membantu pemadaman kebakaran di kawasan TNRAW dengan menyuplai air bagi armada Manggala Agni dan Polri. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.30 WITA.
BPBD Bombana membantu pemadaman kebakaran di kawasan TNRAW dengan menyuplai air bagi armada Manggala Agni dan Polri. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.30 WITA.

Bombana, sultranet.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bombana turun langsung membantu penanganan kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW). BPBD fokus menyuplai air untuk mendukung armada pemadam yang mengalami kendala menjangkau titik api akibat kondisi medan yang sulit, Sabtu (19/9/2026).

Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.30 WITA. Setelah menerima informasi kejadian, personel dari sejumlah unsur diterjunkan untuk melakukan penanganan di lokasi. Manggala Agni, TNI, dan Polri turut bergerak bersama untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke area lain.

Bacaan Lainnya

BPBD Kabupaten Bombana mengambil peran dalam mendukung kebutuhan air bagi armada yang melakukan pemadaman. Langkah tersebut dilakukan karena titik api berada di kawasan dengan medan yang tidak mudah dilalui kendaraan pemadam BPBD.

Kepala BPBD Kabupaten Bombana, Drs. Hasdin Ratta, M.Si., mengatakan kondisi medan menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pemadaman. Posisi titik api membuat armada tertentu tidak dapat mencapai lokasi secara langsung.

“BPBD turun untuk melakukan suplai air di TNRAW karena titik api berada di medan yang sulit dijangkau oleh armada BPBD. Sehingga BPBD fokus melakukan suplai air untuk armada Manggala Agni dan Polri yang bisa menembus hingga ke titik api untuk melakukan pemadaman,” kata Hasdin Ratta.

Menurut Hasdin, pola penanganan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemadaman tetap berjalan meskipun kondisi lapangan tidak memungkinkan seluruh armada masuk hingga ke titik api. BPBD kemudian mendukung operasi dengan menyediakan pasokan air yang dibutuhkan armada yang berada lebih dekat dengan lokasi kebakaran.

Kebakaran di kawasan TNRAW membutuhkan penanganan cepat karena kondisi kawasan yang memiliki tutupan vegetasi dapat membuat api mudah menjalar apabila tidak segera dikendalikan. Personel gabungan harus bekerja dengan mempertimbangkan kondisi medan dan akses menuju lokasi.

Setelah tiba di kawasan terdampak, personel gabungan melakukan upaya pemadaman pada titik api yang teridentifikasi. Manggala Agni dan personel Polri yang memiliki kemampuan serta akses untuk mencapai lokasi menjadi bagian dari unsur yang melakukan pemadaman secara langsung.

Sementara itu, BPBD Bombana terus mendukung operasi dari sisi ketersediaan air. Suplai air dilakukan untuk menjaga kebutuhan armada pemadam selama proses penanganan berlangsung.

Personel TNI dan Polri juga turut membantu proses penanganan di lapangan. Keterlibatan sejumlah unsur tersebut memperkuat respons terhadap kebakaran dan membantu mempercepat pengendalian api.

Proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam. Personel gabungan terus melakukan penanganan hingga titik api dapat dikendalikan.

Sekitar pukul 15.30 WITA, api akhirnya berhasil dipadamkan. Dengan padamnya titik api tersebut, upaya penanganan kebakaran di lokasi dinyatakan berhasil dikendalikan setelah personel gabungan bekerja sejak laporan kejadian diterima.

Hasdin mengatakan dukungan antarinstansi menjadi bagian penting dalam menghadapi kejadian kebakaran di wilayah dengan kondisi medan yang sulit. Setiap unsur menjalankan peran sesuai kemampuan dan kondisi yang dihadapi di lapangan.

“Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah bagaimana semua unsur dapat saling mendukung. Armada yang bisa menjangkau titik api melakukan pemadaman, sementara BPBD membantu memenuhi kebutuhan air,” ujarnya.

Penanganan kebakaran di kawasan TNRAW juga menunjukkan pentingnya koordinasi antara lembaga penanggulangan bencana, unsur keamanan, dan petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan. Kolaborasi tersebut memungkinkan proses pemadaman tetap berjalan meski akses menuju lokasi terbatas.

Kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Sulawesi Tenggara. Karena itu, kebakaran di kawasan tersebut membutuhkan perhatian serius agar api tidak berkembang menjadi lebih luas dan berdampak terhadap ekosistem di sekitarnya.

Dalam penanganan kejadian kali ini, personel gabungan bergerak dengan membagi peran berdasarkan kondisi lapangan. Manggala Agni dan Polri melakukan pemadaman pada titik yang dapat dijangkau, sementara BPBD Bombana memastikan kebutuhan air tetap tersedia untuk mendukung operasi tersebut.

Kondisi medan menjadi faktor yang cukup menentukan dalam proses penanganan. Akses yang sulit membuat armada tertentu tidak dapat bergerak langsung menuju sumber api. Situasi tersebut membuat dukungan logistik, terutama pasokan air, menjadi bagian penting dalam operasi pemadaman.

Respons cepat juga menjadi faktor penting dalam mencegah api menyebar. Jarak dan kondisi medan dapat memperpanjang waktu tempuh menuju titik kebakaran. Karena itu, koordinasi antara personel di lapangan diperlukan agar setiap sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara efektif.

Kebakaran yang dilaporkan sekitar pukul 12.30 WITA tersebut berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30 WITA. Selama proses tersebut, personel dari berbagai unsur terus melakukan upaya pemadaman hingga tidak lagi ditemukan titik api yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Kolaborasi BPBD Bombana, Manggala Agni, TNI, dan Polri menjadi bagian penting dalam pengendalian kebakaran tersebut. Masing-masing unsur memberikan dukungan sesuai tugas dan kemampuan di lapangan.

Bagi BPBD Bombana, dukungan terhadap pemadaman kebakaran tidak selalu harus dilakukan dengan mengerahkan armada langsung ke titik api. Dalam kondisi tertentu, seperti medan yang sulit dijangkau, penyediaan air dan dukungan logistik menjadi langkah yang lebih efektif untuk membantu petugas yang berada di lokasi.

Penanganan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa respons terhadap kebakaran membutuhkan fleksibilitas sesuai kondisi lapangan. Keterbatasan akses tidak boleh menghambat upaya pemadaman. Dukungan antarinstansi menjadi salah satu cara untuk memastikan operasi tetap berjalan hingga api berhasil dikendalikan.

Dengan berhasilnya pemadaman sekitar pukul 15.30 WITA, kebakaran di lokasi tersebut dapat dicegah agar tidak terus meluas. Personel gabungan selanjutnya memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap terkendali setelah proses pemadaman selesai.

Penanganan kebakaran di TNRAW menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kawasan konservasi dari ancaman kebakaran. Kecepatan respons, ketersediaan air, akses menuju titik api, serta koordinasi antarinstansi menjadi faktor penting dalam setiap penanganan kebakaran di kawasan yang memiliki medan sulit.

Loading

image_pdfimage_print

Pos terkait