Opini : Pantaskah Wonua Bombana Menjadi Tourist Destination ?

  • Whatsapp
Asbar, Pemerhati budaya dan pariwisata Bombana
Asbar, Pemerhati budaya dan pariwisata Bombana

Oleh : Asbar *

Potensi Pariwisata Bombana

Bila kita bertanya tentang Gunung Bromo, maka semua akan menjawab kawasan itu adalah destinasi wisata gunung yang berada di daerah Malang, Jawa Timur, disaat kita menyebut wisata laut, maka Pulau Hoga di Kabupaten Wakatobi akan menjadi topik pembahasan. Daerah yang terkenal dengan surga di bawah lautnya adalah ikon kepariwisataan dunia yang mampu menarik pengunjung dari seluruh dunia. Wakatobi telah membuktikan diri mampu menyerap bukan hanya wisatawan lokal namun juga wisatawan mancanegara. Lalu bagaimana dengan Bombana ? potensi pariwisata apa yang dimikinya?

Secara administratif Bombana berbatasan dengan Kabupaten Muna Barat dan Kabupaten Buton dibagian Timur, Kabupaten Konsel dibagian Utaranya dan Kabupaten Kolaka pada batas barat. Dari letak geografis Bombana merupakan sebuah daerah yang strategis karena menjadi gerbang pelayaran dari Kabupaten Muna Barat dan menuju Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan. dari akses itu, Wonua Bombana menjadi daerah transit dari kedua daerah tersebut. Bombana juga dapat dikatakan sebagai  melting pot tempat berbaur berbagai suku bangsa dan budaya, sehingga tidaklah berlebihan bila kita memberi predikat bahwa bombana adalah “replika Sulawesi”. Letaknya yang sangat strategis menjadikan Bombana sangat mudah dan murah untuk dikunjungi, baik untuk kegiatan perekonomian dan pariwisata atau tujuan lainnya.

Untuk dapat dinyatakan sebagai suatu daerah tujuan wisata, Bombana haruslah merupakan Kawasan atau area yang dipilih untuk dijual kepada wisatawan (actual maupun potensial) dengan sejumlah karakteristik yang menunjang, diantaranya : (1)Merupakan pilihan yang menarik bagi calon konsumennya; (2) tersedia fasilitas dan atraksi; (3)Memiliki lokasi geografis dan kondisi iklim yang menarik/menyenangkan;(4) Terdapat jalur transportasi;(5) Situasi politik yang stabil; dan (6) Lingkungan yang sehat. Dari keseluruhan persyaratan diatas, Bombana dianggap mampu memenuhi persyaratan tersebut. Bombana menawarkan banyak pilihan wisata yang membentang dari timur hingga baratnya, dari pilihan wisata laut, sejarah, budaya, dan wisata panorama alamnya.

Sejumlah faktor yang bisa menguatkan keberadaan Bombana sebagai tujuan wisata :

  1. Wisata Alam, tempat – tempat yang dapat dijadikan destinasi bisa dengan mudah dijumpai dan dikunjungi antara lain ; Pantai Tabako, Pantai Widodo yang berada dekat dengan ibu kota Bombana hanya berjarak kurang lebih 7 – 15 kilo meter dengan menggunakan tansportasi darat. Air terjun Sangkona juga bisa memberi suasana nyaman bagi pengunjungnya. Destinasi air terjun ini terletak di Kel. Doule Kecamatan Rumbia. Pantai Pulau Kondo dan Danau Laponu-ponu yang terdapat di Desa Ranokomea Kecamatan Poleang Barat, dapat dijangkau dengan transportasi darat antara 1-1,5 jam dari bandara Sangia Nibandera Kab. Kolaka.

Salah satu destinasi wisata alam yang juga sangat populer di Bombana ini adalah keberadaan Desa Tangkeno di Pulau Kabaena, Oleh sebahagian besar wisatawan lokal yang pernah menyambangi daerah tersebut akan berdecak kagum dengan keberadaan tempat tersebut karena selain kondisi alamnya yang sejuk nan asri juga para wisatawan akan disuguhkan dengan fenomana alam “Sun Set” dari puncak desa Tangkeno. pada waktu-waktu tertentu wisatawan juga akan merasakan sensasi diselimuti kabut tebal sehingga setiap pengunjung seakan berada di atas awan. Masih di Pulau Kabaena wisata alam laut bisa dijumpai di pulau Sagori, kepada para pengunjung bisa memanjakan diri dengan kegiatan snorkling untuk melihat secara langsung keindahan alam bawah lautnya atau bisa juga melakukan kegiatan memancing disekitar perarannya.

  1. Situs atau Tempat Bersejarah, yang dapat merefleksikan Bombana sebagai daerah yang bersejarah adalah keberadaan Bunker dan gua buatan tantara Jepang masih terjaga dan terawat dengan baik yang terdapat di desa waemputtang Kecamatan Poleang Selatan. Daerah yang lebih akrab disebut pajjongang itu merupakan basis pertahanan tantara Jepang dalam menghadapi tantara sekutu di tahun 1942-1945. Situs sejarah lain terdapatnya Benteng- benteng pertahanan di pulau Kabaena, Tuntuntari dan Tawulagi adalah ikon peradaban dan warisan Sejarah bagi masyarakat di bombana. Benteng tersebut merupakan benteng pertahanan dari serangan Bajak Laut negeri timur dan juga pertahanan dari serangan tantara Portugis.

Benteng Tutuntari sebagai benteng pertahanan dibuktikan dengan dengan dilengkapi dengan struktur bastion pada struktur tembok benteng. Benteng ini merupakan benteng alam terbuka yang dibuat dari susunan batu-batu alam tanpa plester yang dinding benteng berdiri pada ujung tebing gunung. Posisi struktur bastion pada benteng tutuntari terdapat pada sisi barat benteng yang berjumlahkan dua struktur bastion yang berposisikan agak berdekatan. Di sisi timur terdapat gerbang utama benteng yang di dilengkapi dengan tangga batu untuk naik keatas benteng. Di sisi barat benteng juga terdapat struktur menyerupai pintu gerbang benteng pada dinding benteng. Di dalam benteng juga terdapat satu makam kuno dengan struktur bangunan makam terbuat dari susunan batu alam berbentuk pipih yang saling tumpang tindih berbentuk persegi panjang. Orientasi dari makam kuno itu sendiri sudah berorientasi ke arah utara selatan yang menandakan makam kuno ini sudah mengenal prosesi penguburan secara islam, akan tetapi jika diliat dari segi pembangunan makamnya maka dapat disimpulkan bahwa makam tersebut merupakan hasil akluturasi budaya antara tradisi islam dan pra islam.

Benteng Tawulagi terletak pada jarak 2 kilometer arah utara Desa Tangkeno Kecamatan Kabaena Tengah, Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara. Benteng tersebut berbentuk trapesium. Desainnya mengikuti kontur puncak pegunungan yaitu miring dan pada sisi utara merupakan tebing batu kecuraman 30-50 meter.

Untuk memasuki kawasan Benteng Tawulagi di sisikiri jalan terdapat tumpukan batu yang diduga adalah 3 unit maqam tua dan pada sisi kanan adalah jalur pendakian sepanjang 30 meter menuju pintu utama. Di pintu utama benteng  memiliki ukuran setinggi 200 centimeter dan lebar 80 centimeter dengan posisi menghadap ke arah selatan. Secara menyeluruh, tinggi benteng bervariasi antara 150-180 centimeter dengan garis lingkar sepanjang 280 meter bujur sangkar.

Bangunan benteng Tawulagi itu sendiri memperlihatkan artifisial atau sengaja dibuat yang seluruh bahan batuannya diperoleh dari daerah sekitarnya, yang memiliki sumber batuan yang cukup memadai. Struktur bangunan merupakan bentuk bangunan dari susunan batu yang tiap sisinya memiliki ukuran tinggi yang berbeda-beda hal ini dipengaruhi oleh keadaan kontur tanah yang tidak rata. Didalam benteng tersebut tidak ditemukan tinggalan berupa fragmen ataupun artefak pada permukaan benteng, dikarenakan kondisi dalam benteng tawulagi sudah ditumbuhi tumbuhan liar yang menjulang tinggi hingga keatas permukaan dinding benteng. Selain warisan sejarah tersebut diatas, kita juga bisa menyempatkan diri untuk berkunjung di kel. Taubonto yang merupan pusat beradaban dan kerajaan Moronene.

  1. Kesenian Daerah, sepertihalnya daerah-daerah wisata lain yang berada diluar Sulawesi Tenggara, kesenian daerah adalah suatu hal yang bisa menjadikan motifasi pengunjung untuk melakukan perjalanan wisata. Bombana juga memiliki berbagai kesenian daerah yang tidak kalah unik dan menariknya bila dibandingkan dengan daerah lainnya. Tarian khas pulau Kabaena Lumense, Momaani sebagai tari penyambutan tamu bisa disaksikan penampilannya pada setiap adanya hajatan budaya.
  2. Tradisi Ritual, beberapa tradisi adat kebiasaan yang secara teratur dan rutin dilakukan adalah pesta rakyat yang dilaksanakan di Kawasan desa adat hukaea lama. Dalam pelaksanaannya berbagai atraksi tradisi ritual bisa kita saksikan diantaranya adalah tradisi montasu, moncotu dan mooliwita.
  3. Benda Warisan Budaya, Sebagai pusat peradaban dan sejarah Kerajaan Moronene Kel. Taubonto, Kec. Rarowatu masih menyimpan berbagai barang warisan budaya diantaranya senjata tradisional, benda-benda kerajaan, replika rumah adat moronene dan kompleks pemakaman raja-raja moronene terdahulu.

Ancaman dan Peluang Pengembangan Pariwisata Bombana (Sebuah Kerangka Pikir)

Bombana adalah negeri masa depan, oleh kalanganterpelajarungkapan itu sangat tepat dan berdasar sebab Bombana dengan segala kekayaan sumberdaya laut dan daratnya hampir tidak kita jumpai didaerah lainnya. Namun kekayaan itu akan menjadi sia-sia bila kita tidak mampu mengambil peran secara optimal dalam pemanfaatannya. Dalam kondisi kekikinian sangat disadari dan dirasakan bahwa Bombana berada dalam kepungan aktifitas tambang, begitu banyak dan massivenya eksplorasi dan eksploitasi disetiap jengkal tanahnya yang secara perlahan dan bertahap  memberi dampak ekologis, sosial dan budaya yangpada akhirnya juga akan mengancam keberlangsungan pariwisata. Pada tataran kebijakan pemerintahan, dapat dilihat pada minimnya peran leading sektor untuk mempromosikan potensi pariwisata Bombana. Sinergitas instansi – instansi teknis seperti Dinas Pariwisata, Dinas PU dan Perindustrian Perdagangan dalam perbaikan dan pembenahan infrastruktur penunjang untuk mendukung pengembangan pariwisata belum maksimal.

Realistis dan objektif serta berkontribusi mencari dan menemukan alternatif penyangga negeri masa depan ini dalam bentuk dan wujud yang lainnya adalah keharusan bagi generasi untuk melakukan promosi dan mengampanyekan keelokan alamnya.Wonua Bombana secara sederhana dapat digambarkan sebagai sebuah daerah yang memiliki sejuta potensi pariwisata alam yang bila dieksplor dengan arif dan bijaksana dapat menjadi keunggulan utama daerah ini. walaupun sangat disadari bahwa pengembangan kepariwisataan Bombana saat ini belum optimal, tapi jika dilakukan tindakan rehabilitasi, koreksi maupun aplikasi model pengembangan yang tepat dengan komitmen dan konsistensi yang tinggi, sangat diyakini daerah ini akan mampu bersaing baik ditatanan lokal, nasional maupun internasional.

Sinergi dan Perencanaan dari semua elemen adalah hal vital dan urgent karena menjadi salah satu syarat keberhasilan pengembangan kepariwisataan suatu daerah. Oleh karena itu kontribusi pikir yang dapat ditawarkan adalah Tujuan Kepariwisataan dan Formulasi Kebijakannya dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Tujuan haruslah ditentukan secara spesifik dan dinyatakan dalam istilah yang luas dan umum, dengan demikian dapat ditentukan elemen-elemen pendukung yang dibutuhkan untuk mendesain pembangunan kepariwisataan yang tepat untuk Kabupaten Bombana. Tujuan kepariwisataan umumnya selalu terkait dengan berbagai keuntungan ekonomi, ekologi maupun sosial. Orientasi peningkatan pendapatan daerah dan perlindungan/ pelestarian alam harus menjadi target utama dan lebih spesifik haruslah terukur dan terperinci dalam sebuah kebijakan daerah (PERDA) pariwisata.

Upaya lain yang juga dapat dilakukan adalah menggalakan ProgramKemitraan/partnership. Program ini penting diimplementasikan guna meminimalisir masalah yang dapat terjadi dikawasan pengembangan wisata. peningkatkan kapasitas dan menumbuhkan rasa memiliki kepada penggiat wisata (kelompok sadar wisata) Pelibatan masyrakat lokal yang berada dikawasan wisata adalah langkah konstruktif untuk mengurangi sikap apatis dan kurang peduli. Pelibatan secara langsung untuk menjadi bagian penyedia produk dan jasa kepariwisataan kepada mitra (penyedia jajanan dan kuliner, pengelola wahana bermain), mengintensifkan dialog tentang formulasi, regulasi dan mekanisme pengelolaan kawasan wisata dapat dilaksanakan secara partisipatif dan kolaboratif. Dengan cara demikian menumbuhkan kesadaran kolektif yang kuat bagi pihak-pihak mitra dapat diwujudkan secara maksimal.

Pilihan ada pada kita semua, menjadi bagian yang berkontribusi untuk penguatan potensi atau hanya menjadi “penikmat” pariwisata. Sebagai anak negeri saya mengajak kepada kita semua agar dapat mengambil peran yang maksimal. Bahwa kampanye danpromosi wisata bombanatidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga menjadi peran generasinya.Memantaskan wonua bombana sebagai TOURIST DESTINATION membutuhkan perhatian dan energi besar dari semua elemen anak negeri. Saya, anda dan kita semua.

 _________________________________________*pemerhati budaya dan  pariwisata bombana

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *