Pukat Sultra Harap CSR Perusahaan Tambang di Pulau Kabaena Dievaluasi

  • Whatsapp
Muh. Amsar (kanan) Direktur Pukat Sultra bersama Masri Said, Lawyer yang juga putera daerah Kabaena
Muh. Amsar (kanan) Direktur Pukat Sultra bersama Masri Said, Lawyer yang juga putera daerah Kabaena

“Khususnya di Pulau Kabaena, terdapat banyak  perusahaan yang melakukan Investasi, namun masih saja ada orang tua yang tidak bisa menyekolahkan anaknya, hal seperti ini mestinya harus dijemput oleh investor”, ujarnya.

Kendari, SultraNET. | Pusat Kajian dan Advokasi Tambang (Pukat) Sulawesi Tenggara (Sultra) berharap agar pengelolaan Dana Coorprate Sosial Responsibility (CSR) dari puluhan perusahan Tambang di Kepulauan Kabena Kabupaten Bombana untuk di pantau dan dievaluasi oleh seluruh stakeholder terkait.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif Pukat Sultra, Muh. Amsar pada acara Launcing Diskusi Tematik dan Cofee Morning yang digelar oleh Forum Kemitraan CSR pada Senin (22/7/2019) disalah satu Kadai Cofee di Kota Kendari.

Menurutnya kehadiran Perusahan tambang di sekitar masyarakat diberbagai derah seluruh Indonesia seharusnya memberikan dampak positif terhadap ekonomi dan juga Sumber daya manusia masyarakat sekitar.

“Khususnya di Pulau Kabaena, terdapat banyak  perusahaan yang melakukan Investasi, namun masih saja ada orang tua yang tidak bisa menyekolahkan anaknya, hal seperti ini mestinya harus dijemput oleh investor”, ujarnya.

Mantan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam itu berharap agar penolakan masyarakat di Kabupaten Konawe Kepulauan terhadap aktifitas pertambangan yang dinilai tidak membawa manfaat bagi masyarakat sekitar menjadi pelajaran penting bagi para investor untuk memperhatikan tanggung jawab sosial masyarakatnya.

Sehingga diharapkannya dengan terbentuknya Forum Kemitraan CSR tersebut dapat menjadi sarana untuk mengevaluasi penyaluran CSR pertambangan khususnya di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana.

“Saya titip, kedepannya melalui forum kemitraan ini, pengelolaan dan penyaluran CSR kepada masyarakat dipulau kabaena dipantau dan dievaluasi”, pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *