PB HMI Bela Pernyataan Wakil Ketua DPR-RI Sufmi Dasco Ahmad terkait Penyelenggaraan Ibadah Haji

Wakil Sekretaris Bidang Pemberdayaan Ummat PB-HMI, Yahya Bugis
Wakil Sekretaris Bidang Pemberdayaan Ummat PB-HMI, Yahya Bugis

Jakarta, SultraNET. | Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) mendukung peryataan Wakil Ketua DPR-RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta pihak Arab Saudi jangan lagi  memberikan harapan kepada masyarakat Indonesia terkait penyelengaraan Ibadah Haji tahun 2021 ini.

Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Bidang Pemberdayaan Ummat PB-HMI, Yahya Bugis menyusul adanya surat yang dikirimkan oleh  kedutaan besar Arab Saudi kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani pada kamis (03/06/2021).

Bacaan Lainnya

Surat itu menjelaskan keberatan atas pernyataan pimpinan DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Ace Hasan Syadzily yang menyatakan bahwa Indonesia tidak mendapat kuota haji tahun ini.

Surat itu pun dinilai oleh Dasco dengan meminta pihak dubes Arab Saudi untuk tidak berlebihan menanggapi hal itu agar tidak menjadi perdebatan liar di masyarakat.

“Sekarang sudah terbukti bahwa Indonesia tidak mendapat kuota haji, hal ini kemudian membenarkan pernyataan Dasco sebelumnya bahwa Indonesia tidak mendapat kuota haji tahun ini,” ujar Yahya Bugis, Rabu (16/6/2021).

Ia menilai surat dari Kedubes Arab Saudi sekarang tidak bernilai apa-apa lagi karena hari ini Indonesia telah jelas tidak mendapatkan kuota haji.

Yahya berharap kepada pihak Arab Saudi, melalui Dubesnya agar jangan lagi memberikan informasi yang tidak pasti kepada masyarakat.

“Masyarakat yang sudah mendaftar haji ini tentu sangat mengharapkan kepastian terkait keberangkatan mereka ke tanah suci mekkah untuk melakukan ibadah haji dan masyarakat sudah menanti sangat lama,” Jelasnya.

Menurutnya pernyataan Dubes Arab Saudi yang keberatan atas pernyataan Dasco dapat memberikan harapan kepada masyarakat untuk berangkat haji tahun ini namun pada akhirnya tetap saja Indonesia tidak mendapatkan kuota haji dan mereka harus menunggu untuk tahun selanjutnya.

“Hal ini tidak boleh terjadi lagi, harusnya pihak Arab Saudi melalui dubesnya di Indonesia dapat berkordinasi dengan Pemerintah Indonesia dan memberikan kejelasan yang pasti agar calon jamaah haji ini tidak di PHP (Pemberian Harapan Palsu.red),” Pungkas Yahya.

Pewarta  : Zul

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait