Objek Wisata Climbing Sawapudo Diabaikan Pemkab, Jurnalis Ramah Pariwisata Adakan Liputan

  • Whatsapp
Jurnalis Ramah Pariwisata saat melakukan liputan di objek wisata climbing Sawapudo, yang terletak di Desa Sawapudo, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe
Jurnalis Ramah Pariwisata saat melakukan liputan di objek wisata climbing Sawapudo, yang terletak di Desa Sawapudo, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe

Kendari, SultraNET. | Dihari ketiga Workshop Jurnalis Ramah Pariwisata yang di inisiasi oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Melakukan Liputan Ke objek wisata climbing Sawapudo, yang terletak di Desa Sawapudo, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Rabu, (13/11/2019).

Turunnya para jurnalis ramah parawisata itu, diharapkan mampu mengangkat potensi wisata yang ada di Sulawesi Tenggara terutama terhadap objek wisata yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Ketua Panitia Jurnalis Ramah Pariwisata, La Ode Ali Ahmadi, S.S mengatakan Percepatan pembangunan sektor wisata daerah Provinsi Sulawesi Tenggara nantinya diharapkan menggunakan model Pentahelix dari 5 unsur yang saling berkolaborasi dan membangun sinegisitas.

Kelima unsur dimaksud yaitu Pemerintah itu sendiri, Akademisi, Masyarakat atau Komunitas, Pengusaha dan unsur Media atau Jurnalis.

” Ini sudah dibuktikan oleh pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara yang telah bekerja sama dengan awak media baik itu media Tv, online, cetak maupun radio dan penggiat pariwisata lainnya,” Tuturnya.

Keseriusan pemerintah provinsi dalam hal ini dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara untuk Percepatan pembangunan sektor wisata daerah terlihat jelas dengan mengadakan Workshop dan pembentukan Asosiasi Forum Jurnalis Ramah Pariwisata yang akan membantu kerja-kerja Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi wisata daerah Sulawesi Tenggara lewat berita-berita.

” Seperti saat ini, para jurnalis ramah pariwisata telah melihat kondisi, suasana tempat wisata climbing yang diabaikan oleh pemerintah Kabupaten Konawe. Padahal ini merupakan potensi pariwisata yang harusnya didukung oleh pemerintah,” Pungkasnya.

Pewarta : Awal kurniawan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *